Langkah Awal Dalam Mendata Aset : Prosedur Asset Tagging

Para Aset manajer sadar pentingnya setiap aset yang dimiliki haruslah dikelola dengan efektif dan efisien sehingga aset tersebut dapat memberikan manfaat tertinggi bagi perusahaan. Pertanyaan yang sering dilontarkan para aset manajer adalah: “Bagaimana saya memulainya?”

Kegiatan Pertama Yang Harus Dilakukan: Asset Tagging
Asset Tagging adalah proses dari asset management yaitu kegiatan mengidentifikasi tiap aset yang perusahaan miliki dengan bantuan Barcode atau RFID sebagai sarana identifikasi. Proses ini merupakan fondasi awal yang sangat penting bagi kegiatan pendataan aset di tahap berikutnya.

Tahap-Tahap Asset Tagging
– Perhitungan fisik asset dan membandingkannya dengan jumlah di catatan
– Pengecekan asset apakah kondisinya masih baik,rusak atau tidak berada di tempat
– Mencatat asset-asset yang bertambah,berkurang dan berpindah
– Penempelan label RFID, QRcode atau Barcode

Prosedur Penempelan Label
Label digunakan dalam berbagai industri sebagai sarana identifikasi dengan cara penempelan pada suatu material atau benda. Prosedur penempelannya tidak boleh sembarangan. Proses penempelan label yang baik dan rapi akan memudahkan tahap selanjutnya dalam kegiatan manajemen aset.
1. Pilihan jenis material label yang tepat. Ketahanan label barcode dipengaruhi oleh cuaca, lingkungan, cairan kimia dan hal-hal lain.
2. Pastikan informasi yang tercetak pada label terlihat jelas dan dapat dibaca oleh Scanner.
3. Kebersihan posisi permukaan aset sebelum ditempel label barcode karena akan berpengaruh terhadap daya rekat (adhesivitas) label
4. Jangan menaruh label barcode di area yang terlalu menarik perhatian
5. Jangan membuat aset tidak berfungsi secara normal karena penempatan label barcode
6. Konsistensi dalam proses penandaan agar kelak memudahkan proses audit.