Masalah-masalah mengenai fixed asset perusahaan kini dapat dipecahkan dengan mudah. Masalah yang sering dialami antara lain: pengerjaan manual yang memakan waktu, kehilangan property kantor, ketidaklengkapan informasi tentang penyusutan harga aset, perpindahan aset dan lain-lain yang tentunya akan berpengaruh pada effisiensi aset dalam medukung kinerja perusahaan.

Asset tracking adalah metode untuk mendata aset fisik/aset tetap dan aset yang selalu berpindah tempat. Dikenal juga sebagai Asset Management dimana kegiatannya meliputi memantau, memanage, dan pengalokasian aset.

Jenis Aset Yang Penting Untuk Dilakukan Asset Tracking:
1. Aset bernilai tinggi (high-value) dimana aset tersebut dapat menyusut (depreciated)
2. Aset yang dapat dipindahkan (movable asset) dimana aset tersebut dapat berpindah lokasi maupun kepemilikan
3. Aset yang memerlukan perawatan (maintenance), perbaikan (repairs), atau penggantian (replacement parts), seperti mesin dan kendaraan.

Dalam proses Asset Tracking, diperlukan bantuan hardware dan software yang dapat memberikan hasil terbaik. Barcode menjadi sarana identifikasi terbaik dalam proses asset tracking. Hardware yang diperlukan antara lain adalah Barcode Printer untuk menghasilkan label / stiker barcode dan mesin pemindai (scanner) pembaca barcode. Software yang diperlukan tentunya software asset management untuk sinkronisasi dan verifikasi data.

Penggunaan Barcode dalam Proses Asset Tracking:

1. Register Your Assets
Catat semua data aset yang ingin di track, pastikan data aset lengkap mengenai dimana lokasinya dan siapa yang menggunakan aset tersebut

2. Barcode Print
Data-data aset anda tentunya akan diterjemahkan ke dalam Barcode sebagai sarana identifikasi. Barcode tersebut akan dicetak dengan Barcode Printer.

3. Barcode Label
Aset Fisik anda akan dilabeli atau ditempel dengan stiker barcode untuk memudahkan identifikasi tiap aset. Fungsi ini biasa lebih dikenal dengan Asset Tagging.

4. Synchronization
Sinkronisasikan data dan software yang ada di laptop atau PC anda dengan mesin pemindai (scanner) agar proses Asset Tracking dapat berjalan sesuai sistem. Data verifikasi diperlukan dalam melakukan Audit berkala terhadap aset-aset tersebut.

5. Scan Your Asset
Dengan bantuan alat pemindai aset (asset scanner) anda akan mudah mendapatkan informasi tentang aset-aset anda. Scan barcode label yang tertempel pada aset anda dan informasi tentang aset tersebut akan tampil di layar scanner anda.

6. Reporting
Tentunya semua kegiatan diatas sangat membantu kemudahan proses Reporting atau pelaporan tentang siapa, dimana dan dalam valuasi bagaimana aset-aset anda berada.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

8 + 4 =