Banyak perusahaan melihat aset sewa hanya sebatas barang operasional yang dibeli, digunakan, dan baru diperiksa ketika rusak atau saat auditor mempertanyakan laporan keuangannya. Pola pikir ini tampak aman di permukaan, tetapi perlahan menciptakan biaya tersembunyi karena data aset yang tidak pernah diperbarui membuat histori maintenance tercecer, kepemilikan aset tidak jelas, dan perubahan pada siklus hidup aset tidak terdokumentasi. Saat laporan PSAK 73 jatuh tempo, perusahaan yang tidak menyiapkan data lifecycle aset sewa secara real-time akhirnya menghadapi risiko laporan yang tidak akurat, penghitungan lease liability yang keliru, serta gangguan operasional akibat downtime yang tidak terprediksi.
Bank NTT menyadari lebih awal bahwa kepatuhan PSAK 73 tidak bisa hanya mengandalkan spreadsheet atau laporan manual yang terpisah dari aktivitas maintenance aset. Dengan tujuan mencapai akurasi, kesiapan audit, dan operasional yang berkelanjutan, Bank NTT menggandeng Activo, platform CMMS berbasis SaaS yang dirancang untuk menyatukan pengelolaan maintenance sekaligus monitoring lifecycle aset dengan pencatatan berbasis standar akuntansi.
Pada 27–31 Oktober 2025, dan dilanjutkan dengan kunjungan intensif pada 4–7 November 2025, tim Activo hadir langsung di kantor Bank NTT untuk melaksanakan sesi Kick-Off resmi, workshop kebutuhan teknis, pengumpulan requirement fitur PSAK 73 lease asset, serta pemetaan alur perhitungan compliance di dalam sistem Activo. Agenda yang dijalankan tidak berhenti di tataran diskusi konsep. Kedua tim melakukan validasi use case di lapangan, menyamakan kebutuhan format pelaporan, memastikan alur kalkulasi lease aset sesuai regulasi, dan menerjemahkan realitas operasional menjadi requirement pengembangan fitur yang akan masuk ke fase berikutnya.
Bagi Activo, kunjungan lapangan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kanal mendengarkan kebutuhan pengguna secara langsung demi mempercepat pematangan produk CMMS yang relevan dan benar-benar terpakai di bisnis. Bagi Bank NTT, ini menjadi fondasi strategis agar PSAK 73 dapat dihitung berdasarkan data aset yang benar, real-time, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi usang yang rawan koreksi di kemudian hari. Kolaborasi lapangan ini menunjukkan bahwa governance dan digitalisasi aset bukan hanya soal alat, tetapi juga tentang disiplin data, kesiapan audit, dan perencanaan operasional yang lebih terukur.
Memasuki akhir tahun 2025, digitalisasi manajemen aset sewa seperti PSAK 73 bukan lagi sekadar kebutuhan compliance, melainkan investasi kontrol operasional. Perusahaan yang ingin menurunkan downtime, mengendalikan biaya maintenance, serta siap menghadapi audit dan standar lease accounting yang kompleks, harus memperlakukan data lifecycle aset sebagai infrastruktur utama. Bank NTT telah memulai transformasi tersebut, menyiapkan perjalanan operasional menuju 2026 dengan sistem manajemen aset yang tidak hanya hemat waktu, tetapi juga compliant dan audit-ready.
Jika saat ini perusahaan Anda masih mengelola aset sewa secara manual, kini waktunya mengevaluasi—berapa banyak inefisiensi yang tanpa sadar Anda bawa ke tahun berikutnya? Bank NTT telah membuktikan bahwa compliance dan efisiensi bisa berjalan berdampingan ketika sistem dan partner teknologinya tepat.
Upgrade pengelolaan maintenance dan tata kelola aset sewa Anda dengan Activo CMMS, susun compliance PSAK 73 seperti Bank NTT, dan kendalikan operasional dengan data yang selalu update dan mudah diakses. Mulai transformasi aset Anda sebelum tahun ini berakhir, dan sambut tahun baru dengan kontrol yang lebih kuat bersama Activo.