
Industri perbankan saat ini berada di tengah gelombang transformasi digital yang masif. Namun, digitalisasi tidak hanya terbatas pada layanan nasabah atau aplikasi mobile banking. Di balik layar, pengelolaan infrastruktur fisik dan aset tetap (fixed assets) menjadi fondasi krusial bagi operasional bank yang sehat. Tantangan besar muncul ketika ribuan aset tersebar di puluhan kantor cabang dengan metode pencatatan yang masih manual atau konvensional.
Inilah tantangan yang dijawab oleh Bank Sulselbar. Sebagai bank pembangunan daerah yang terus berkembang, Bank Sulselbar menyadari bahwa pengelolaan aset yang tidak akurat dapat menghambat audit, menyebabkan pemborosan anggaran, hingga ketidakpatuhan terhadap regulasi keuangan. Melalui inisiatif Digitalisasi Aset Perbankan, Bank Sulselbar menggandeng Activo untuk mentransformasi manajemen ribuan aset tetap mereka menjadi sistem yang terintegrasi, transparan, dan real-time. Keberhasilan ini juga didukung oleh ekosistem teknologi CODE.ID untuk memastikan integrasi sistem berjalan mulus.
Tantangan Manajemen Aset Tetap di Sektor Perbankan
Sebelum memasuki era digitalisasi, sektor perbankan seringkali menghadapi masalah klasik dalam pengelolaan aset. Dengan pertumbuhan kantor cabang dan pengadaan perangkat IT yang cepat, pengelolaan aset tetap menjadi sangat kompleks.
Masalah Utama Sebelum Digitalisasi
- Pencatatan yang Tidak Terintegrasi: Data aset di kantor pusat seringkali berbeda dengan kondisi riil di kantor cabang.
- Proses Inventarisasi Manual: Melakukan stock opname aset secara manual memakan waktu berbulan-bulan dan rentan terhadap human error.
- Kesulitan dalam Audit & Kepatuhan: Tanpa riwayat aset yang jelas, proses audit internal maupun eksternal menjadi sangat lambat dan berisiko temuan.
- Penyusutan Nilai yang Tidak Akurat: Perhitungan depresiasi aset secara manual seringkali tidak presisi, berdampak langsung pada laporan posisi keuangan bank.
Strategi Bank Sulselbar: Mengapa Memilih Activo?
Bank Sulselbar memerlukan solusi yang tidak hanya berfungsi sebagai database, tetapi sebagai ekosistem Fixed Asset Management System yang komprehensif. Pemilihan Activo didasarkan pada kebutuhan akan platform yang mampu menangani siklus hidup aset secara end-to-end.
Fitur Unggulan Activo untuk Perbankan
- Pelacakan Aset Berbasis Barcode & RFID: Memungkinkan tim Bank Sulselbar melakukan inventarisasi ribuan aset hanya dengan pemindaian cepat melalui perangkat mobile.
- Manajemen Siklus Hidup Aset: Dari pengadaan (acquisition), mutasi antar cabang, pemeliharaan (maintenance), hingga penghapusan (disposal).
- Otomasi Perhitungan Depresiasi: Activo secara otomatis menghitung nilai penyusutan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (PSAK/IFRS).
- Dashboard Monitoring Real-Time: Memberikan visibilitas penuh kepada manajemen pusat terhadap seluruh aset yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Dampak Positif Digitalisasi Aset bagi Bank Sulselbar
Setelah mengimplementasikan solusi Activo, Bank Sulselbar merasakan perubahan signifikan dalam efisiensi operasional dan akurasi data keuangan:
- Akurasi Data 100%: Risiko kehilangan aset atau aset “hantu” berhasil dieliminasi karena setiap aset memiliki identitas digital yang unik.
- Proses Audit yang Lebih Cepat: Auditor dapat memverifikasi riwayat aset dalam hitungan menit, meningkatkan transparansi perusahaan.
- Efisiensi Anggaran Pengadaan: Manajemen dapat melihat aset yang masih bisa digunakan atau dipindahkan, menghindari pengadaan baru yang tidak perlu.
- Kepatuhan Regulas: Menjamin kepatuhan terhadap regulasi perbankan terkait pelaporan aset tetap.
Digitalisasi Aset sebagai Strategi Efisiensi TCO Perbankan
Implementasi Activo di Bank Sulselbar membuktikan bahwa digitalisasi berkontribusi besar pada penurunan Total Cost of Ownership (TCO). Strategi ini sejalan dengan visi CODE.ID dalam membantu perusahaan mengoptimalkan biaya operasional melalui teknologi tepat guna.
Hubungan Digitalisasi dengan TCO
- Pengurangan Biaya Operasional: Memangkas jam kerja manual staf dalam inventarisasi aset.
- Perpanjangan Usia Aset: Melalui fitur preventive maintenance, perangkat kantor dan IT memiliki masa pakai yang lebih lama.
- Optimasi Pajak: Perhitungan depresiasi yang akurat memastikan beban pajak sesuai dengan kondisi aset yang sebenarnya.
(FAQ) – Schema
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk digitalisasi aset ribuan item?
Waktu implementasi bergantung pada kesiapan data awal dan sebaran lokasi aset. Namun, dengan metode pendampingan Activo, proses migrasi data dan pelabelan dapat dilakukan secara sistematis tanpa mengganggu operasional harian bank.
Bagaimana Activo menangani aset di lokasi terpencil?
Activo menyediakan fitur pemindaian melalui aplikasi mobile yang dapat bekerja secara offline. Data akan disinkronkan ke pusat secara otomatis begitu perangkat mendapatkan koneksi internet.
Apakah sistem ini bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan perbankan?
Ya, solusi manajemen aset dapat diintegrasikan lebih lanjut dengan Core Banking atau sistem internal lainnya untuk memastikan alur data yang mulus.
Langkah Maju Bank Sulselbar bersama CODE.ID
Keberhasilan Bank Sulselbar dalam mengelola ribuan fixed asset membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi perbankan daerah untuk bersaing di level nasional. Dengan transparansi data dan efisiensi yang ditawarkan oleh Activo, didukung oleh keahlian pengembangan sistem dari CODE.ID, Bank Sulselbar kini memiliki fondasi infrastruktur yang kuat untuk terus bertumbuh.
Digitalisasi aset bukan lagi sekadar tren IT, melainkan kebutuhan mendesak bagi institusi keuangan yang mengedepankan akurasi dan efisiensi operasional.
TINGKATKAN EFISIENSI MANAJEMEN ASET PERBANKAN ANDA SEKARANG!
Ingin mengikuti jejak keberhasilan Bank Sulselbar dalam mengoptimalkan pengelolaan aset tetap? Activo siap membantu institusi Anda membangun sistem manajemen aset yang modern, akurat, dan patuh regulasi.
➡️ Konsultasi GRATIS: Dapatkan analisis kebutuhan manajemen aset perbankan Anda dari tim Activo
➡️ Hubungi Tim Activo Sekarang untuk Transformasi Digital Aset yang Terukur!